P O S T !!!!

April 5, 2009 at 5:26 pm (Politics)

2 hari yang lalu saya mendapatkan sms ini dari kawan lama saya yang masih berkecimpung di dunia kemahasiswaan, isinya sebagai berikut :

“Bismillah.

Fatwa MUI di hapus dengan fatwa Syaikh Ubaid bin Abdullah Aljabiri, Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, Syaikh Abdul Kadim Zalum dan para Musyaikh arab.

Mereka menyeru umat untuk tidak tidak berpartisipasi dalam PEMILU Demokrasi. Karena termasuk SISTEM KUFUR.

Don’t vote, stay Muslim!!!

Golput adalah pilihan cerdas! Sebarkan!!”

Pertama kali saya membaca sms ini, saya senyum dan semakin lama ketawa cekikikan, dan yang terlintas di dalam benak saya “Astaga, betapa tidak cerdasnya anak BEM UI sekarang”. Mungkin saya memang butuh bantuan untuk menafsirkan sms dari dari ustad ataupun alim ulama, tapi dengan taraf kecerdasan saya yang levelnya cukup rendah dan hanya berbekal dari SMU(IC gtu lho!). Saya mencoba mengartikan bahwa maksud dari seruan itu adalah mendukung kepada kepemimpinan Khilafah yaaa bahasa ringannya yang islami lah. Tapi merupakan suatu kebodohan apabila memakai fatwa tersebut untuk tidak memilih ataupun GOLPUT!!.

Kenapa san?

Humm coba sedikit saya jabarkan,

1. Pemilu adalah pesta demokrasi bagi seluruh masyarakat yang memiliki ktp di Indonesia(masih ga ya?), penyelenggaraan yang 5 tahun sekali itu memakan biaya triliunan rupiah, FYI, waktu itu saya baca di M***a Indonesia kalau untuk pengadaan kertas suara saja dibuka tender miliyaran rupiah, belom kotaknya, belom biliknya, belom stempelnya, belom duit buat yang ngejagain pada saat pencontrengan(masih ada ga sih?). Nah dari situ, begitu bodohnya kita kalo ga ikutan milih, Kenapa san?(lagi), karena, dana yang dikucurkan untuk KPU itu dari Negara, nah uang negara itu didapet dari berbagai macam pajak yang dibebankan ke kita setiap harinya(ini cuma salah satu pemasukan lhoo). Jadi alangkah bodohnya kita kalo duit kita disia-siain aja dengan menjadi GOLPUT(ga tau sih yang laen, kalo saya sih ga rela).

2. Kemarin ini saya sempet denger iklan di salah satu radio anak muda di jakarta yang tag line nya “Kalo ga milih, nanti ga boleh protes yaa”, singkat, padat dan ngena di hati terutama buat orang yang memang dulunya pernah menjadi demonstran seperti saya. Dan kenyataan nya memang bener juga. Kalo saya tidak memilih –> saya tidak peduli –> tidak boleh protes siapapun yang nantinya jadi pemimpin ataupun wakil rakyat(ini kan BEM UI).

3. Ironis sekali, beberapa hari yang lalu saya ke kampus dan ada yang namanya POKJA PEMILU yang dibuat oleh BEM UI, yang intinya mengajak masyarakat untuk memilih, di lain sisi saya mendapat sms ini dari anak BEM UI juga!!

Intinya yaa gtulah, cuma pengen ungkapin isi hati aja…jiaaaah😀

Memang saya paham rasa pesimis beberapa orang terkait pemilu, saya pun juga begitu, tapi yaa saya bakal tetep nyontreng, soalnya ga mau rugi ama pajak yang udah saya bayar, alesan yang laen yaa karena”SERU!!” wekekekekkeke… Sukseskan lah PEMILU 2009

*PS buat BEM UI :

ingat bung tujuan awalnya dibentuk POKJA PEMILU untuk voters education!!! c yaa

Permalink 1 Comment

Berita Dari Kawan Marco

October 4, 2008 at 4:53 am (Politics)

Bagaimana kabarmu kawan,

Sudah terlampau lama aku tidak menyentuh tanah yang dulu pernah aku huni. Tanah ini pernah membasuh kaku dan tanganku. Disinilah tempat kami dulu berkumpul, bergerak dan membuat siasat. Lama, mungkin terlampau lama. Tapi sepertinya baru kemarin aku bertengkar dengan Dr. Rinkes. Pejabat kolonial yang arogan dan sok akademis. Aku paham karena ia di bayar untuk melakukan tindakan seperti itu. Titelnya saja Penasehat Urusan Pribumi: sebuah nama yang menunjukkan betapa tinggi kedudukannya dibanding rakyat untuk kebanyakan. Tapi bagiku seorang penjahat tetaplah penjahat. Tak ragu aku menyerangnya melalui tulisan ketika meminta agar Sarekat Islam jangan memuat tulisanku tentang kemiskinan. Kukatakan pada Dr. Rinkes pada saat itu:

Marco seorang dari orang-kecil-stand (kelas, golongan) tiada pernah menginjak halaman rumah sekolah, kurang lebar pemandangannya dsb, dsb.

Meskipun begitu, takdir Tuhan yang Esa, Marco diberi : dua mata, dua telinga, dua tangan, satu kepala, satu mulut, seperti orang kebanyakan.

Kedua mata marco itulah tiada berbeda dengan matanya seorang keluaran dari Universietet(sekolah tinggi). Jadi kalau Marco melihat barang berwarna putih, tentu barang itu juga menampak ke mata orang-orang yang terpelajar putih juga.

Begitu seterusnya….

Kemiskinan yang membawaku berpolemik dengan Dr. Rinkes. Ia meremehkan apa yang kuanggap sebagai persoalan serius. Usia perdebatan itu sudah melewati abad tapi aku tersentak melihat kenyataan yang kutemui. Kulihat jalanan orang miskin berceceran dimana-mana. Kubaca koran orang miskin mati bunuh diri. Mataku seperti meleleh membaca berita itu. Diam-diam tanganku kukepalkan! Dimana engkau berada anak muda?? Mengapa kalian diam, tidak melawan dan bergerak? Menyaksikan kemiskinan yang pedih dan tak mampu untuk diubah. Aku, semaoen, suwardi, dr Tjipto menentang kolonialisme karena percaya nasib rakyat tidak akan lebih baik jika negeri ini di bawah kaki penjajah. Mereka akan selalu dimiskinkan, dihina dan ditindas. Kini perjalanan waktu sudah memintas berabad-abad; kondisi ternyata tak banyak berubah. Diantara kami semua pernah merasakan pahitnya perlawanan. Aku dibuang begitu juga dan nasib yang sama menimpa kawan-kawan pergerakan waktu itu. Kelak di dalam sel yang pengap dan bau, kutulis tekadku bulat-bulat :

Didalam penjara tidak enak tercerai dari istri dan anak, berkumpul dengan maling dan perampok, tapi jangan takut kami berjalan terus, tetapi kami merasa haus, adapun pengaharapan tak putus, kalau perlu boleh sampai mampus…..jalan yang aku tuju amat panas, banyak duri, pun anginnya keras, tali-tali perlu kami tatas, palang-palang juga kami papas, supaya jalannya Sama Rata dapat tercapai……..

Bayang-bayang tembok penjara itu masih terasa di kulitku. Siksaan pejabat kolonial itu seperti baru kemarin menyentuh badanku. Para pejabat kolonial ternyata belum beranjak pergi. Ia kini digantikan dengan kulit sawo matang……bangsaku sendiri!!! Kulihat pejabat pribumi yang rakus dan tamak. Mereka menggemukkan kekayaannya dan tak malu ketika menjumpai rakyatnya yang miskin dan lapar! Ingin aku melempar pukulan kepada mereka yang duduk sebagai anggota perwakilan rakyat. Apa yang sudah engkau lakukan? Apa yang sedang engkau perbuat? Siapa sebenarnya yang engkau wakili? Curahan pertanyaan itu yang ingin kuteriakkan agar mereka bangung dari tidur panjangnya selama sidang. Agar mereka kembali teringat kalau keadaan sosial tidak beranjak jauh. Keadaannya sama seperti ketika aku tinggal dan berdiam disini. Malah lebih memalukan! Rakyat miskin dan tertinggal ada dimana-mana. Kini aku ingin bertanya padamu anak muda : kenapa engkau juga ikut-ikutan diam? Sejarah selalu berkata bahwa perubahan untuk rakyat selalu dihasilkan oleh anak-anak muda. Nyalimu sebenarnya sudah diinjak-injak anak muda. Kehormatanmu sedang ditenggelamkan ketika kekuasaan tidak lagi mengacuhkan prinsip kedaulatan. Kudengar dari kawanmu ada banyak kekayaan negeri ini yang sekarang diambil. Terdapat banyak potensi alam yang kini dirampok habis oleh perusahaan yang kurasa dikuasai oleh anak cicit VOC. Jangan kau bilang kini tidak ada lagi musuh bersama. Itu dalih nista yang membuatmu malas untuk berjuang! Memangnya sifat rakus yang hinggap di dahi para pejabat bukan musuh bersama? Memangnya ketiadaan tanggung jawab bukan musuh bersama? Lalu kekayaan yang menumpuk-numpuk dari perusahaan juga bukan musuh bersama? Ingatlah engkau bukan hidup di negeri yang tak punya masa lalu dan sejarah. Kalian berada di sebuah tempat dimana perjuangan, perlawanan dan pergolakan adalah api yang menghidupi negeri ini. Musuh bersama kita adalah semua pertanyaan yang kusebutkan di atas.

Kehidupan yang berdaulat, merdeka dan berada di bawah nilai-nilai keadilan. Nyatanya, itu masih belum ada di negeri ini !! kami baru tahu jika apa yang kami perjuangkan sekarang hasilnya disia-siakan. Aku baru juga mengerti kalau yang muda belum tentu mereka yang gigih dan berani. Kian tinggi pendidikan tidak membuat nyalimu bertambah. Pendidikan tinggimu hanya menyetorkan kesediahan dan duka. Kau tulis sesuatu yang dulu kami kutuk bersama: kemiskinan yang diukur lewat jumlah dan definisi; pergerakan yang hanya bisa diteliti dan dianalisis; korupsi yang hanya disiarkan dan dikecam. Semuanya hanya hidup dalam angan-angan serta bayangan! Kalian waktunya bukan hidup dari buku ke buku: sentuhlah, hiduplah, berjuanglah bersama mereka yang masih belum mendapatkan haknya.

Salamku,

Mas Marco

Permalink 1 Comment

Pulang mudik oy…

October 3, 2008 at 4:56 pm (Random yeaah)

Assalamualaykum ya akhi yaa ukhti(opick – Assalamualaikum)…

Hehehehe apa kabar semuanya, Taqobbalallahu minna wa minkum, taqobbal yaa kariim, mohon maaf lahir batin yaa semuanya. Alhamdulillah setelah sekian lama satu minggu ga di update bisa nulis lagi.

Kenapa baru di update?

Soalnya baru pulang mudik.

Darimana emangnya?

Makassar ji..hehehehe

Kok baru pulang?

Yaiyalah suka-suka gw donk..hehehhe

Humm sedikit recorded report dari mudik kmaren…seruuuuuuu!! hehehehhe, setelah gw menyadari kalo sodara gw banyak ternyata paska mudik kmaren jumlah sodara gw semakin banyak aja gituh…Alhamdulillah senen udah kuliah lagi, dan memulai berbagai macam aktifitas lagi..hehehehe

hoo masukin foto mudik kmaren ahh(narsis mode = on), hehehehehe.

Sumber Inspirasi

Hahaha seriusan nih, beberapa hari gw mudik alhamdulillah ada beberapa tulisan yang rampung, yang pertama Kritik Singkong Untuk BEM UI, dan tulisan lainnya…

Ini dia si jali-jali

Ini dia si jali-jali

Humm ga rido donk gw kalo yang masuk blog gw cuma laptop dan secangkir kopi doank..heuhuehuehuheuheu. Asek-asek pengen balik mudik lagi oy, hehehe, tapi menurut sumber terpercaya a.k.a bokap gw, bulan desember ini gw bakal balik lagi ke makasar hohohohohoho….Hidup Makassar!!

Permalink 10 Comments

Next page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.